Jumat, 12 Maret 2010

RESONANSI SYAFII MAARIF : MEMBEDAKAN NEGARAWAN DAN POLITIKUS

Seorang negarawan pastilah piawai dalam memahami politik di mana pun sepanjang sejarah dengan tetap menjaga dirinya agar tidak terseret oleh praktik-praktik kotor, tetapi seorang politikus lebih tertarik kepada politik yang menguntungkan untuk jangka pendek.


Negarawan memikirkan masalah-masalah besar bangsa dan negara yang dapat menembus lintasan abad, politikus umumnya lebih terpaku dan terpukau oleh ancang-ancang pemilu demi pemilu.

Namun, politikus yang serius dan berwawasan luas punya potensi untuk meningkatkan posisinya sebagai negarawan. Saya mengamati beberapa anggota DPR yang berusia muda dalam Pansus Bank Century punya bakat dan talenta untuk menjadi negarawan masa depan, asal mereka tetap setia memelihara idealismenya bagi kepentingan yang lebih besar: bangsa dan negara, apa pun partai dan subkultur mereka.

Sudah hampir 65 tahun kita merdeka, sedikit sekali rahim bangsa ini yang sempat melahirkan negarawan dalam maknanya yang autentik. Jika politikus jumlahnya berjibun-jibun, dari Sabang sampai Merauke. Kita kebanjiran politikus di tengah-tengah langkanya negarawan di tingkat pusat dan daerah.

Seorang negarawan tentu bukan manusia sempurna, pasti ada daftar tetapinya. Secara keseluruhan, daftar tetapinya itu larut dalam serbakelebihannya, diukur dengan standar apa pun. Denyutan nadi politikus yang sudah mencapai maqam negarawan pastilah terasa oleh publik, karena seluruh kiprahnya semata-mata untuk kepentingan rakyat banyak yang beragam. Negarawan tidak bisa dan tidak biasa berpura-pura, ucapan dan tindakannya adalah suara hati nuraninya. Antara otak, hati, dan perbuatan tidak diberi peluang untuk pecah kongsi. Otak berpikir jernih, hati memancarkan kearifan, perbuatan hanyalah mengaktualisasikan kejernihan dan kearifan itu dalam mengurus masalah-masalah negara dan bangsa. Seorang negarawan tidak pandai 'bertanam tebu di bibir', mulut manis hati busuk dan culas.

Optimisme kita akan tampilnya calon-calon negarawan seperti yang terlihat dalam pansus, menjadi semakin kuat karena mereka mewakili berbagai subkultur Indonesia. Dengan kata lain, berbagai suku di Nusantara ternyata punya potensi yang luar biasa untuk memunculkan para negarawan, mudah-mudahan dalam tempo yang tidak terlalu lama. Dalam kaitan ini, kita sungguh berharap dalam berbagai pemilihan umum tingkat nasional dan daerah, politik uang harus diusir sampai ke batas-batas yang jauh. Sebab, praktik itu pasti akan mencederai harapan bagi tampilnya tunas-tunas negarawan yang andal. Kondisi Indonesia yang sarat masalah ini hanya mungkin diatasi oleh anak-anak bangsa yang negarawan.

Indonesia sebenarnya cukup punya dasar-dasar filosofi dan ungkapan kearifan untuk menjadi bangsa dan negara besar dalam arti kualitatif, bukan semata-mata karena penduduknya yang berjumlah hampir seperempat miliar. Kita punya Pancasila sebagai dasar negara yang mempersatukan dan memberi inspirasi, punya ungkapan bhinneka tunggal ika untuk meredam kecenderungan politik yang serbasentralistis, dan punya kearifan lokal yang sangat kaya. Musuhnya memang belum berhasil dihalau secara tuntas, yakni berupa sisa-sisa feodalisme yang masih membelintang di tengah jalan sebagai sandungan utama bagi tegaknya sebuah masyarakat egalitarian yang sejati.

Sistem demokrasi yang kuat dan sehat adalah buah dari doktrin egalitarianisme yang menempatkan manusia setara di depan hukum dan sejarah. Saya berharap calon-calon negarawan yang mulai kelihatan ini benar-benar meresapi pesan-pesan egalitarian ini, demi tertancapnya sebuah demokrasi politik dan demokrasi ekonomi yang sudah disuarakan sejak puluhan tahun oleh para pendiri bangsa dan negara kita.

Janganlah kita berlama-lama berada dalam iklim ketidakpastian masa depan, sebab itu berarti kita membiarkan bangsa ini berkubang dalam proses pembusukan sejarah. Sungguh memalukan dan melelahkan!
Sumber Harian Republika, 9 Maret 2010

Jumat, 05 Maret 2010

PERSPEKTIF AZYUMARDI AZRA


spacer
 
Spiritualitas, New Age, dan Kultus

Pencarian rohani adalah perennial quest --percarian umat manusia yang tidak pernah berakhir. Umumnya orang meningkatkan kehidupan spiritualnya melalui agama, khususnya lewat aspek "batin", bagian terdalam dari agama, yang dalam Islam disebut sebagai tasawuf (sufisme).

Tapi juga ada orang-orang yang karena berbagai alasan tidak puas dengan agama mapan (established religion). Pemahaman dan pengamalan agama yang terlalu literal atau kepemimpinan agama yang tidak memperlihatkan empati, misalnya, merupakan sebagian alasan pokok sementara orang menjauh dari agama mapan; dan sebaliknya masuk ke dalam pangkuan aliran spiritual.

Selain alasan ketidakpuasan internal keagamaan, disorientasi dalam kehidupan pribadi, keluarga, lingkungan, dan masyarakat lebih luas juga dapat mendorong orang mencari kenyamanan rohani "alternatif". Dalam situasi ini, orang cenderung mengambil cara-cara tidak konvensional dan tidak ortodoks. Persisnya, menceburkan diri ke dalam aliran spiritualisme tertentu yang mereka anggap lebih "menjanjikan".

Aliran-aliran spiritual di luar agama mapan biasa juga dikenal sebagai New Age --spiritualisme zaman baru yang banyak mewabah di Amerika Serikat, terutama pada 1960-1970-an. Sebagian muncul sebagai reaksi terhadap Perang Vietnam dan juga terhadap materialisme dan hedonisme Amerika.

Lazimnya, New Age menggabungkan berbagai tradisi spiritualisme, mulai monatisisme Kristen, mistisisme yoga Hindu dan Buddha, sampai pseudo-sufisme. Ada pretensi monisme spiritual di sini, yang tentu saja sangat sinkretik.

New Age umumnya berpusat pada figur tunggal yang dipercayai para pengikutnya memiliki kekuatan spiritual tertentu, yang bisa mendatangkan kemajuan atau bahkan kesempurnaan rohaniah. Karena otoritas spiritual berpusat pada seorang figur tunggal, maka aliran spiritual segera berkembang menjadi cult --kultus (individu).

Dengan semua karakter seperti itu, cult menjadi sangat tergantung "sang guru". Kalau dia permisif dalam soal seks, maka cult-nya bisa berupa pengayaan rohani melalui seks (sex as a ritual). Kalau sang guru percaya pada "kiamat yang segera datang", sangat boleh jadi dia memerintahkan para pengikutnya menebus dosa dengan cara bunuh diri.

Masyarakat Indonesia jelas tidak imun dari semua gejala di atas. Apalagi di zaman globalisasi yang bagi sebagian orang adalah masa meningkatnya disorientasi dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk agama. Maka, kian banyak muncul aliran yang menyempal dari agama mapan. New Age dan berbagai aliran spiritual pun menjamur. Kehebohan di sekitar Anand Krishna dengan sejumlah muridnya di Anand Ashram agaknya hanyalah puncak dari gunung es yang tersembunyi dari permukaan.

Akhirnya, pencarian spiritual tetap saja memerlukan akal sehat, jika tidak ingin terjerumus ke dalam hal-hal yang tidak diinginkan.

Azyumardi Azra
Guru besar sejarah UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta
[Perspektif, Gatra Nomor 16 Beredar Kamis, 25 Februari 2010

Kamis, 04 Maret 2010

CARA MUDAH MEMBANGUN ASET DI INTERNET

 



 CARA ORANG KAYA AGAR TETAP KAYA ADALAH MEMBUAT
SEBANYAK MUNGKIN ASET PRODUKTIF
LALU KENAPA ANDA BELUM KAYA???
KARENA ANDA TIDAK MEMPUNYAI ASET
Simak apa kata rekan kita yang sudah mencoba untuk membangun asetnya di internet..
Thanks to asetmandiri...luar biasa sekali, teryata pekerjaan online lebih mudah dari pekerjaan offline komisi untuk sy langsung ditransfer pada hari yang sama saat investor baru sy diaktifkan, bener2 bisa diandalkan bahkan transfer dilengkapi dengan angka unik..sangat memuaskan.. berturut-turut data transfer yg sy trima 100.572, 20.016, 105.622, 105.243, 20.017, 105.000, 50.311, 105.302 105.327 dst...ternyata asetmandiri menepati janji trasfer dgn angka unik sesuai dgn email konfirmasi dr investor baru sy... wah3... kredibilitasnya top abis sesuai dengan programnya ..apresiasi tinggi untuk anda...
Ir Joko Setiawan - Jakarta - joko_xxx@yahoo.co.id
Awalnya sich ngak percaya dengan program-program investasi di internet, habis janjinya muluk-muluk melulu.. tapi setelah lihat situs asetmandiri saya tertarik untuk daftar ( karena memang gratis daftarnya..hehehe ) awalnya iseng,lama-kelaman setelah mempelajari  support sistemnya ehhhh ,, ternyata luaaar biasaaa. Suwer, disini tanpa iklan tanpa cari downlinepun kita masih  bisa punya pendapatan,berbeda dengan bisnis-bisnis online yang lain yang mengharuskan saya untuk mencari member agar dapat komisi 50% atau bahkan 25% kaciaan dech aku kalau ngak  promo ya ngak dapet apa-apa.. makasih buat aset mandiri belum satu minggu join udah dapet Rp. 1.000.000 dan hebatnya yang Rp. 280.000-nya dari bonus randomizer systemnya(alias gratis..)SEKARANG! genap 1 bulan asetku sudah membengkak menjadi 35 juta WoW!…. Trimakasih tuhan.,trimakasih aset mandiri… saya akan buktikan menjadi yang pertama untuk dapetin 1 milyar disini.
gani - Padanggani_xxxx@yahoo.co.id
Bersama Kita Bisa!!
Asetmandiri Adalah sebuah program investasi briliant yang akan merubah anda menjadi seorang yang memiliki kebebasan finansial selamanya. Anda akan memiliki penghasilan secara Unlimited / Terus - Menerus bahkan ketika Anda sedang berlibur atau tidur sekalipun. Tidak hanya itu, Rekening bank anda juga akan kebanjiran Rupiah terus-menerus tanpa terkendali.
Apakah ini kehidupan anda saat ini..??
  • Apakah Anda sudah berusaha keras mencari uang, namun hasil yang
    didapat belum juga memuaskan..??
  • Apakah Anda tipe orang yang P 3 M [ Pergi Pagi Pulang Malam] ,
    Anda merasa STRESS setiap hari, tertekan karena intimidasi bos Anda..??
  • Atau mungkin Anda seorang Mahasiswa yang sudah lulus Sarjana tapi
    masih saja belum mendapatkan pekerjaan, atau bahkan masih menganggur.?
  • Anda tidak tahu harus berbuat apa untuk segera keluar dari semua tekanan dan realita kehidupan yang sedang anda hadapi..?
  • Anda pusing memikirkan kebutuhan rumah tangga yang semakin sulit
    seiring dengat makin terpuruknya perekonomian negara kita..??
CUKUP !! CUKUP!! CUKUP SUDAH!
Kini anda tidak perlu lagi mengalami hal-hal yang tidak berguna ini!!
Simak dengan cermat informasi ini.......
STOP NEGTING!!! (Negatif Thinking)
Jauh.. jauhkan pikiran ini dari diri anda,karena inilah yang akan menyebabkan anda menyesal dikemudian hari.. dan SELAMAT!!!  anda sudah berada di media yang tepat untuk merubah kehidupan Anda yang biasa menjadi luar biasa, dan yang sudah luar biasa menjadi Super luar biasa. Disini anda akan bisa memiliki aset yang bekerja untuk anda 24 jam setiap hari sampai kapanpun…
Apakah ini yang anda inginkan…
Anda Ingin Bebas Finansial..??
Ingin Uang Mengalir Terus ke Rekening Anda..??
Apakah Anda Ingin Memiliki Penghasilan Tanpa Batas..??
Ingin Merubah Hidup Anda Saat ini Juga..!!

Sistem Asetmandiri.com akan bekerja
24 Jam Non STOP
untuk memberikan penghasilan melimpah yang tak pernah anda fikirkan sebelumnya.. ini akan menjadi aset anda yang berkembang terus-menerus tanpa ada seorangpun  yang bisa menghentikanya...
asetmandiri.com menerapkan sistem  
WIN WIN SOLUTION
Dengan sistem hebat ini, dapat dipastikan semua investor akan mendapatkan hak yang sama dalam mendapatkan keuntungan! Semua Investor akan  mendapatkan penghasilan meskipun baru bergabung...
Anda tidak akan kami biarkan bekerja seorang diri disini!!!
Semua investor akan bekerja bersama-sama dalam sebuah team yang hebat dimana setiap anggota team akan memberikan bantuan penghasilan kepada anggota team yang lain, dan ini dilakukan semuanya secara otomatis oleh
”sistem ajaib asetmandiri.com”
Nanti akan saya jelaskan bagaimana sistem ajaib ini mendukung anda.
Mungkin anda berfikir ini berlebihan!!, ini tidak masuk akal!, ini terlalu mengada-ada!!. TIDAK !! dibawah ini adalah sedikit bukti seberapa besar dan cepat asetmandiri berkembang, anda bisa buktikan sendiri bagaimana asetmandiri.com dalam waktu kurang dari 1 bulan telah direkomendasikan 43.000 website diseluruh indonesia. silahkan cek kebenaranya
google
SEGERA GABUNG !!!
Tunggu apa lagi anda akan temukan keunikan, kehebatan dan keakuratan sistem ini  yang mampu menyediakan aset untuk anda 24 jam sehari 7 hari dalam seminggu dan 12 bulan  dalam satu tahun.. diamana anda dapat menemukan kesempatan seperti ini jadi segeralah bergabung
daftar
Langkah Awal, Silahkan Melakukan Registrasi (GRATISS!!). Registrasi ini dilakukan untuk mendapat HAK AKSES PENUH untuk bisa masuk ke Menu Utama Web

Singkirkan semua KERAGUAN anda!!!
karena anda akan sukses walaupun anda
BARU BELAJAR INTERNET

banner

Cara Mudah dan Cerdas Membangun Jaringan di asetmandiri.com
Ebook ini berisi panduan secara lengkap dan mudah bagaimana anda dapat mengubah pandangan anda mengenai bisinis di asetmandiri.com dan juga dilengkapi tips dan trick agar anda dapat menjalankan bisnis ini secara mudah. Buku ini akan memandu anda bagaimana dalam waktu yang singkat , jaringan anda akan menjadi ASET yang MELIMPAH!! MESKIPUN ANDA BARU MENGENAL INTERNET!!!
garansi
"Garansi Untuk anda
DUA KALI LIPAT!"

(Disinilah investasi anda DIJAMIN 200%!!)
Bila anda sudah menerapkan Semua langkah-langkah eBook asetmandiri dengan benar namun belum mendapat aset melimpah (paling tidak 10 x dari nilai investasi anda) ATAU anda tidak mendapatkan hasil sama sekali selama 3 bulan ... maka saya akan kembalikan uang anda 2 kali lipat dari nilai investasi anda!
Hanya inilah yang bisa saya lakukan sebagai tanda terimakasih telah mempercayai bisnis kami.
asetmandiri.com
Hormat kami
ABDAN SYAKURA
OFFICE : Jl.Kertajaya Indah Timur 14A SURABAYA INDONESIA
CONTACT : 0838 5756 22 66 (24 HOURS SMS SERVICE ONLY)
e-mail : admin@asetmandiri.com



daftar

 

Senin, 01 Maret 2010

WAJAH FIR'AUN

INGIN tahu bagaimana wajah nenek moyang Fir’aun? Datang saja ke Mesir karena baru-baru ini tim arkeolog berhasil menemukan sebuah patung besar yang mengabadikan kepala salah satu raja (Firaun) Mesir Kuno yang paling terkemuka, Amenhotep III. Raja itu memerintah Mesir 3.400 tahun lampau.
Menurut Dewan Benda-benda Purbakala Mesir, patung kepala Amenhotep III seukuran tubuh manusia dewasa itu ditemukan di lokasi penggalian reruntuhan kuil pemakaman para Firaun di kota Luxor, yang terletak di Mesir bagian selatan.
Pemimpin tim penggalian, Dr. Hourig Sourouzian, yakin bahwa itu merupakan patung Amenhotep III terbaik yang pernah ditemukan hingga kini.
Para ilmuwan melakukan tes DNA dan CT scan pada sejumlah mummi telah mengidentifikasi Amenhotep III sebagai kakek Tutakhamun, raja remaja yang lahir dari perkawinan sedarah antara Akhenaten dan saudara perempuannya, yang sama-sama keturunan Amenhotep III.
Hourig Sourouzian mengatakan kepala Amenhotep adalah salah satu dari 84 artefak yang digali di kuil pemakamannya di tepi barat Sungai Nil di Luxor.
"Kami telah mengumpulkan sejumlah besar potongan-potongan patung granit merah yang pernah berdiri di bagian selatan dari pengadilan besar di kuil penguburan Amenhotep III," kata Sourouzian sambil menambahkan bagian patung sedang diperbaiki.
"Patung-patung lain yang ditemukan selalu dalam keadaan sudah rusak, sudah terkikis entah itu di bagian hidung atau bagian lain di wajah," kata Souzourian. "Namun, patung yang ditemukan kali ini begitu mulus dan tidak ada yang rusak," lanjut dia.
Amenhotep III adalah kakek Firaun cilik yang terkenal, yaitu Tutankhamun. Dia memerintah Mesir Kuno dari 1387-1348 Sebelum Masehi (SM). Saat itu Kerajaan Mesir tengah mengalami puncak kejayaan dan memerintah wilayah yang lebih luas, dari Nubia di selatan hingga Suriah di utara.
Menurut Souzourian, Amenhotep III terkenal membawa Mesir ke puncak peradaban kuno. Saat itu perdamaian dan kemakmuran terjadi secara bersamaan di Mesir.
Para pemahat pun menghasilkan teknik-teknik terbaik di masa mereka. Itu terlihat bahwa patung kepala Amenhotep III sudah simetris. "Penampilannya mungkin sudah persis dengan bentuk patung itu dan dia mungkin sangat tampan," kata Souzourian.
Kuil pemakaman Amenhotep III tampaknya hancur akibat banjir sehingga yang tersisa kini hanya reruntuhan dinding. Namun di lokasi itu, tim arkeolog juga berhasil menemukan sejumlah artefak dan patung, termasuk dua patung Amenhotep yang terbuat dari batu granit hitam. Benda-benda itu ditemukan Maret tahun lalu. (ini/vvn/erw)
Disariakan dari esq magazine.com oleh Moh As Syakir (bangkit.syahid@gmail.com)

Rabu, 30 Desember 2009

Indonesia 2009 dalam Miniretrospeksi

REFLEKSI AKHIR TAHUN KOMPAS
Indonesia 2009 dalam Miniretrospeksi
Kamis, 31 Desember 2009 | 02:56 WIB
IGNAS KLEDEN
Keadaan dalam negeri Indonesia sering menimbulkan perbedaan dalam penglihatan orang luar negeri dan sikap warga negara Indonesia sendiri. Tentang Pemilu 2009, misalnya, pandangan luar negeri umumnya penuh apresiasi. Pemilu dianggap berjalan demokratis, tanpa gejolak dan kekerasan, dengan tingkat transparansi yang memuaskan. Akan tetapi, kita tahu, hingga sekarang, persoalan pemilu dan berbagai kaitannya masih menjadi kesibukan politik, yang kadang menimbulkan harapan, kadang melelahkan, karena begitu banyak gejolak, tetapi kemajuan yang dicapai sedikit sekali.
Perdebatan tentang warga negara yang kehilangan hak pilih, penghitungan suara yang dianggap aneh dan curang, sumber pendanaan pemilu yang dianggap penuh tanda tanya, dan akibat pemilu terhadap stabilitas pemerintahan yang belum kelihatan hingga saat ini, semua ini menunjukkan bahwa ada masalah dengan pemilu, apa pun motif di baliknya.
Mengapa terjadi perbedaan pandangan? Dalam satu hal, melihat sebuah masalah dari dalam dan dari luar dapat menghasilkan pandangan yang berbeda, dan bahkan amat berbeda, karena data yang ditangkap dalam persepsi memang berlainan, tetapi juga karena interpretasi tentang data yang sama dapat juga berbeda. Dana Moneter Internasional (IMF), misalnya, mencatat dengan baik bahwa Indonesia termasuk negara yang membayar utang dengan teratur dan setia. Atau Bank Dunia akan mencatat bahwa tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia masih aman. Akan tetapi, makna indikator itu untuk kehidupan dalam negeri akan tergantung dari pengalaman rakyat Indonesia sendiri.
Mengapa kemiskinan belum diatasi dengan meyakinkan? Mengapa lapangan kerja semakin hari semakin sulit? Mengapa kesempatan pendidikan semakin mahal sehingga universitas negeri semakin sulit dimasuki oleh calon-calon yang mungkin amat berbakat, tetapi kehilangan kesempatan, karena orangtuanya tak sanggup membayar uang kuliah?
Perbedaan itu akan kelihatan juga kalau orang-orang Jakarta, misalnya wartawan-wartawan televisi, pergi ke desa dan melapor kehidupan petani. Semuanya dilukiskan dengan idylis: kerbau yang membajak, kegembiraan petani menanam bibit, dan anak-anak mandi di kali sambil mencari ikan dan belut. Akan tetapi, di sana tidak kelihatan kesulitan petani yang tak berdaya menetapkan harga untuk hasil panennya sendiri. Atau bahwa sebagian besar mereka tidak lagi mempunyai sejengkal tanah pun, tetapi hanya menjual tenaganya sebagai buruh tani, yang nasib dan hidupnya tentu bergantung pada mereka yang memiliki sawah. Desa yang tenteram di Indonesia adalah suatu konstruksi kolonial, sebagaimana dibuktikan oleh studi-studi Prof Sartono Kartodirdjo, dan dibenarkan oleh berbagai studi lainnya yang menekankan agrarian relations.
Turisme atau pariwisata adalah suatu hal yang baik dan patut digalakkan untuk mendatangkan devisa negara. Akan tetapi, turisme intelektual adalah hal yang buruk yang harus dicegah untuk berkembang. Seorang wisatawan adalah orang yang ingin menikmati alam, kehidupan budaya, atau warisan sejarah sebagai pengisi waktu senggangnya. Tetapi, seorang turis intelektual adalah orang yang hanya mempunyai simpati, tetapi tidak mempunyai pengertian cukup tentang apa yang diklaim sebagai dikenalnya, dan lebih dari itu, cenderung menciptakan ilusi estetis dari kehidupan dan penderitaan orang lain, sehingga tidak mempunyai komitmen apa pun untuk memperbaiki keadaan yang dihadapinya.
Pertanian dan kelautan
Indonesia adalah negara pertanian. Meski demikian, atribut ini rupanya tak cukup menimbulkan rasa bangga. Impian adalah Indonesia harus menjadi negara industri. Akan tetapi, tetangga kita, Thailand, membuktikan dengan sukses bahwa pertanian bisa menjadi agroindustri dan agrobisnis yang berhasil dan menjadi sokoguru yang mengangkat ekonomi dan harkat negara dan bangsa itu di dunia. Pengakuan itu sudah masuk dalam kosakata bahasa Indonesia dengan cara memberi atribut ”Bangkok” kepada segala produk pertanian dengan kualitas yang bagus.
Kadang kala muncul pertanyaan kenapa kita tak sebaiknya menjadi diri kita sendiri yang sebenarnya dan tidak berangan-angan sepanjang masa untuk menjadi sesuatu yang bukan diri kita. Mengapa kita tidak bangga berkata: we are what we are, and not what we are supposed to be? Mengapa yang diwariskan dari dunia pertanian hanya etos feodalisme dalam politik dan bukannya kesetiaan kepada tanah dan air sebagai modal?
Tak seorang pun meragukan bahwa Indonesia adalah negara kelautan dengan luas laut tidak kurang dari 5,8 juta kilometer persegi, dengan garis pantai sepanjang 81 kali panjang Pulau Jawa, dan dengan 17.500 lebih pulau besar kecil yang bertebaran di antara dua benua. Tradisi maritim negeri ini dikisahkan dalam berbagai buku sejarah. Tetapi, apa warisan tradisi maritim untuk ekonomi dan politik Indonesia sama sekali tidak jelas. Lebih dari 80 persen kapal yang bertugas menghubungi pulau-pulau kita konon sudah berusia lebih dari 30 tahun (Tempo, 19-26 Januari 2009).
Kekayaan laut kita menjadi obyekan kapal-kapal asing, yang keluar-masuk perairan kita tidak selalu dengan menghormati kedaulatan Indonesia. Kecelakaan kapal laut sering terjadi dan umumnya dijelaskan dengan alasan human error. Tetapi, baiklah kita ingat kembali bahwa ketika kapal Teratai Permai tenggelam pada 11 Januari 2009, hanya 35 orang dari 250 penumpang yang selamat. Ironis sekali bahwa informasi pertama tentang kecelakaan itu sampai ke otoritas pelabuhan terdekat 12 jam setelah kapal karam, dan ini pun terjadi lewat seorang penumpang yang sempat diselamatkan oleh perahu nelayan.
Masih mencari bentuk
Dalam kehidupan politik, kita melihat tumbuhnya lembaga-lembaga politik, lembaga kenegaraan, dan lembaga-lembaga demokrasi yang semakin hari semakin banyak. Meski demikian, adanya lembaga tidak dengan sendirinya menjamin perilaku politik yang sesuai dengan tuntutan lembaga. Adanya kabinet tidak dengan sendirinya mencerminkan kebijakan pemerintahan yang jelas dan bisa menjadi pegangan. Adanya DPR tidak dengan sendirinya menjadi jaminan bahwa aspirasi dan kepentingan rakyat diperjuangkan. Adanya lembaga peradilan tidak menjamin adanya kesempatan yang fair bagi tiap warga negara mendapatkan keadilan.
Jarak antara lembaga politik dan perilaku pelaku politik dijembatani oleh sistem politik dan kepemimpinan politik yang saling mengimbangi. Pemimpin yang enteng saja di negara maju dapat diselamatkan oleh sistem politik yang stabil. Sebaliknya, dalam sistem politik yang masih mencari bentuk seperti di Indonesia, kelemahan sistem politik dapat diimbangi oleh kepemimpinan politik yang kuat. Apakah kita akan mendapat kedua-duanya, atau malah kehilangan kedua-duanya, akan tergantung dari general will suatu komunitas politik yang bernama rakyat dan bangsa Indonesia.
Ignas Kleden Sosiolog; Ketua Komunitas Indonesia untuk Demokrasi

Rabu, 02 Desember 2009

SENANDUNG TALBIYAH

M Muchlas Abror

JAMAAH calon haji dari Indonesia secara bertahap diberangkatkan ke Tanah Suci dari 11 embarkasi untuk menunaikan ibadah haji yang menjadi Rukun Islam yang ke lima. Saudara-saudara kita seiman, yang pada tahun ini berkesempatan menunaikan ibadah haji, pantas bergembira dan berbahagia serta harus bersyukur. Kita ucapkan selamat kepada mereka. Semoga mendapatkan haji mabrur.
Mereka yang dapat berhaji pada tahun ini tentulah bergembira dan berbahagia Karena setelah sabar menunggu selama beberapa tahun, akhirnya yang ditunggu telah datang, yang diharap telah tiba, dan yang didambakan telah menjadi kenyataan. Apalagi, selama beberapa tahun ini berlaku ketentuan siapa yang mendaftarkan untuk berhaji pada tahun ini tidak pasti bisa berangkat pada tahun ini. Tetapi harus bersabar menunggu beberapa tahun lagi hingga datangnya giliran. Jadi, bisa berangkat berhaji pada tahun ini tentulah merupakan kegembiraan dan kebahagiaan tersendiri. Selain itu harus bersyukur, karena pada saat negeri kita sedang dilanda beberapa musibah, misal, gempa bumi yang melanda beberapa kota yang banyak merenggut korban, meruntuhkan gedung-gedung, tempat-tempat ibadah, menghancurkan rumah-rumah penduduk, dan lain-lain, tetapi saudara-saudara kita itu tetap dapat berangkat ke Tanah Suci. Mereka hendaklah dapat membuktikan rasa syukur dengan peduli membantu para penderita korban gempa tersebut, baik sebelum berangkat ke maupun sesudah kembali dari Tanah Suci.
Saya setuju pembatasan jumlah umat Islam di dunia termasuk di dalamnya dari Indonesia setiap tahun yang hendak menunaikan ibadah haji. Prioritaskan kepada mereka yang untuk pertama kali hendak berhaji. Sedangkan kepada mereka yang hendak menunaikan ibadah haji yang ke-2, ke-3, dan seterusnya tetap diberi kesempatan, tetapi harus sabar menunggu setelah lima tahun kemudian. Pembatasan itu justru untuk memberi kenyamanan dan keamanan bagi mereka yang sedang menunaikan ibadah haji. Sebab, betapa pun luasnya Masjidil Haram tempat untuk thawaf dan sa’i, padang Arafah untuk wukuf, dan Mina untuk melontar jumrah (walaupun sudah dibangun bertingkat), namun daya tampungnya tetap terbatas.
Ibadah haji berbeda dengan ibadah-ibadah lainnya dalam Rukun Islam. Ibadah shalat lima waktu, misalnya, merupakan kewajiban yang bersifat harian. Sedangkan ibadah puasa Ramadlan selama satu bulan adalah kewajiban yang bersifat tahunan. Kedua macam ibadah itu tidak dikaitkan dengan kaya dan miskin, punya dan tidak punya. Tidak demikian halnya dengan ibadah haji.
Ibadah yang satu ini merupakan kewajiban satu kali dalam seumur hidup. Selebihnya, menunaikan ibadah haji yang ke-2, ke-3, dan seterusnya bukan lagi merupakan kewajiban, tetapi keutamaan. Meskipun haji merupakan kewajiban satu kali dalam seumur hidup, namun kewajiban ini masih dikaitkan dengan kesanggupan/kemampuan (Q.s. Ali Imran [3] : 97).
Setiap orang beragama Islam atau mukmin menjadikan menunaikan ibadah haji salah satu cita-cita hidupnya. Kapan suatu waktu dapat berhaji menjadi dambaannya. Untuk dapat mencapainya, maka ia harus bekerja keras, tidak boleh malas. Dengan demikian, selain ia dapat menyukupi keperluan diri dan keluarganya, juga dapat menabung dari waktu ke waktu, sedikit demi sedikit, tetapi lama-kelamaan menjadi bukit. Ketika tabungan dibuka, ternyata telah cukup untuk mendaftar dan membayar Ongkos Naik Haji (ONH) selain biaya yang ditinggalkan bagi keperluan keluarga selama menunaikan ibadah haji. Akhirnya menjadi kenyataan, ia dapat memenuhi panggilan Allah untuk dapat memenuhi rasa rindu kepada-Nya. Tentu ini merupakan nikmat dan rahmat bisa berangkat menjadi tamu-Nya.
Mukminin dari Indonesia berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan Rukun Islam yang ke-lima. Mereka meninggalkan Tanah Air menggunakan pesawat udara melintasi lautan, udara, dan beberapa negara. Begitu jauhnya jarak antara Indonesia dan Arab Saudi, meskipun sudah menggunakan pesawat udara, namun dari embarkasi keberangkatan sampai Jeddah masih memerlukan waktu 11 jam. Barulah setelah sampai Jeddah, mereka yang masuk jamaah haji gelombang pertama terus menuju ke Madinah. Di kota ini diberi waktu selama sembilan hari. Setelah itu kemudian ke Mekkah untuk berhaji. Sedangkan mereka yang masuk gelombang ke dua, dari Jeddah terus langsung ke Makkah. Setelah selesai menunaikan ibadah haji, barulah berikutnya ke Madinah. Kita dapat membayangkan betapa perjalanan berhaji itu cukup melelahkan. Tetapi menggembirakan, membahagiakan, dan memberi pengalaman rohaniyah yang berarti.
Setelah mereka berbusana ihram mulai dari tempat yang telah ditentukan, selama dalam perjalanan, mereka bersenandung. “Labbaiik. Allaahumma labbaiik. Labbaiik laa syariikalaka labbaiik. Innal hamda wanni’mata laka wal mulk. Laa syariikalak” – “Aku datang untuk memenuhi panggilan-Mu. Ya Allah, sungguh, aku datang semata-mata untuk memenuhi panggilan-Mu. Aku datang karena perintah-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, dan aku datang untuk mematuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kekuasaan itu hanyalah bagi dan milik-Mu semata. Tiada sekutu bagi-Mu”. Senandung nyanyian mereka itu beralun, berirama. Kadang terdengar meninggi, merendah, dan kadang datar. Silih berganti, terus berlanjut, seolah tiada henti. Itulah senandung talbiyah. Itulah kidung atau tembang mereka yang sedang berhaji. Yang menunjukkan kecintaan dan rasa rindunya kepada Allah.
Siapa pun yang berhaji hendaklah memahami, mendalami, dan menghayati senandung talbiyah. Sebab, inti senandung itu berisi siapa pun yang datang ke Tanah Suci untuk memenuhi panggilan Allah semata. Talbiyah menjadi kunci keberhasilan dalam penunaian ibadah haji untuk mencapai haji mabrur. Semoga. (Sumber Suara Muhammadiyah No 22/November 2009)

Selasa, 01 Desember 2009

investasi luar biasa dari Mandiri


kami menawarkan kemudahan untuk menambah pundi pendapatan? Temukan hanya di komunitas aset mandirihttp://www.asetmandiri.com/?id=syakir